Minggu, 22 Januari 2012

Mengundi Nasib...

Beberapa waktu yang  lalu saya baru saja ketemu dengan pelanggan lama yang ingin memperbaiki netebooknya, sebut saja Bam namanya, sambil bercengkrama saya berbincang-bincang sebentar, dia seorang Karyawan BUMN pembuat Pupuk terbesar besar di Gresik Jatim. jika dilihat sepintas , secara ekonomi seperti nya  Kaya raya, rumahnya besar, tapi saya heran kok gak punya Mobil.

Ilustrasi : Mengundi Nasib
Setelah bercerita tarnyata dia baru saja menderita kerugian yang sangat besar hingga 3M, Ceritanya begini. Sekitar tahun 2009, dia mulai belajar menanam saham di pasar saham, sejak awal mulai sampai satu tahun pertama, Namun sangat mengherankan, dia selalu mendapat keuntungan yang berlipat-lipat, sampai-sampai bisa mengalahkan  para pemain saham yang sudah lama berkecimpung di dunia saham, karena tergiur dengan keuntugan  yang besar, dia selalu  menaikkan nilai sahamnya, hingga kalau diuangkan bisa sampai 3 Miliar.

Dari sini dia sudah mempunyai angan-angan yang  saya rasa sangat baik,  kalau cair nanti dia akan pakai belikan rumah buat anak-anaknya, beli mobil, memberi uang buat saudara, untuk  anak yatim dll.

Namun apa yang terjadi..?? Pada saat itu ada kejadian UNI EMIRAT ARAB  (UEA)  membangun menara tertinggi di dunia di Dubai. kehabisan dana untuk membangunnya  sehingga UEA  meminjam uang ke BANK Dunia dan disetujui.
Burj Khalifa

Pada saat Bam mendengar berita itu pada pagi hari , dia berniat untuk mencairkan  dananya di surabaya kira kira jam 10.00 pagi., namu karena kesibukannya dia baru bisa  ke bank  kira-kira jam 12.00 siang.  Namun apa yang terjadi , tiba-tiba harga saham anjlok  drastis hingga nilai sahamnya minus.karena dia terlambat mencairkan dana itu dia menderita kerugian besar, semua uangnya ludes bahkan minus (mempunyai hutang).  saya tanya mengapa kok bisa secara otomatis  begitu, dia menjawab karena  tipe  usaha saham dia  dia set menjadi OPEN sehingga jika terjadi anjlok secara otomatis dia rugi tapi jika naik dia otomatis untung. 

Setelah menderita kerugian itu  dia menjual semua aset yang di miliki sebelumnya. hingga dia mencapai titik nadir.

berangkat dari Nol lagi, dia usaha kecil-kecilan  dengan membuka toko baju , walaupun gajinya   lumayan besar  tapi  dia merasa cukup dan tidak ada sisa sama sekali. Setelah kejadian ini barulah dia sadar, tentang Hakekat kehidupan, dia merasa salah karena mempunyai  angan-angan . Dia sadar bahwa Rejeki ada ditangan tuhan dia tidak bisa menentukan seenaknya sendiri, dia sadar bahwa apa yang dilakukannya dulu termasuk pekerjaan yang mengundi nasib.


KESIMPULAN :
  1. Pekerjaan Mengundi nasib adalah segala pekerjaan yang tidak dapat di PREDIKSI  hasilnya .
  2. tidak seperti kerja kantoran yang sudah jelas gaji tiap bulannya, atau seperti berdagang yang sudah jelas untung ruginya, atau pekerjaan dibidang jasa yang sudah jelas upahnya.
  3. Bangkit dari kegagalan adalah jalan terbaik bagi orang yang terpuruk.

Firman Allah SWT

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90)

Cerita di ambil dari www.pengalaman-pribadi-saya.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar